Pernyataan Sikap

SAMBUTAN PELANTIKAN DEWAN EKSEKUTIF NASIONAL KPBI

Kawan-kawan Dewan Eksekutif Nasional KPBI yang saya hormati dan saya banggakan, Hari ini kita tidak sedang merayakan jabatan. Kita sedang menerima Amanah dari puluhan ribu anggota KPBI di 21 provinsi di Indonesia. Anggota menaruh harapan agar organisasi ini makin kuat dalam memperjuangkan kehidupan yang layak bagi kelas pekerja. Karena itu, menjadi bagian dari kepemimpinan KPBI […]

SAMBUTAN PELANTIKAN DEWAN EKSEKUTIF NASIONAL KPBI
The current image has no alternative text. The file name is: JUMISIH.webp

Kawan-kawan Dewan Eksekutif Nasional KPBI yang saya hormati dan saya banggakan,

Hari ini kita tidak sedang merayakan jabatan. Kita sedang menerima Amanah dari puluhan ribu anggota KPBI di 21 provinsi di Indonesia. Anggota menaruh harapan agar organisasi ini makin kuat dalam memperjuangkan kehidupan yang layak bagi kelas pekerja. Karena itu, menjadi bagian dari kepemimpinan KPBI bukanlah kehormatan semata, melainkan tanggung jawab untuk bekerja, mendengar, mengorganisir, dan memastikan organisasi semakin dekat dengan persoalan-persoalan yang dihadapi pekerja.

Saat ini, kita memimpin KPBI dalam situasi yang tidak sederhana. Dunia kerja berubah cepat: PHK, fleksibilitas hubungan kerja, kerja platform, digitalisasi, perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, serta semakin besarnya jumlah pekerja informal yang belum memperoleh perlindungan hukum yang memadai. Di sisi lain, ruang demokrasi menghadapi tekanan dan kriminalisasi terhadap gerakan rakyat. Karena itu, KPBI harus mampu membaca perubahan zaman, menggunakan teknologi sebagai alat pengorganisasian, mendekati generasi muda, khususnya Generasi Z, dan membangun cara baru untuk memperluas kesadaran serta kekuatan kelas pekerja.

Satu hal yang tidak boleh berubah dalam memimpin dan menjalankan roda organisasi adalah “keberpihakan kita kepada kelas pekerja.” Kita boleh mengubah metode, menggunakan teknologi, dan mengembangkan strategi yang kreatif, tetapi kita tidak boleh kehilangan alasan mengapa organisasi ini dibangun. Selama masih ada pekerja yang kehilangan pekerjaan, menerima upah yang tidak layak, mengalami diskriminasi, bekerja tanpa perlindungan, atau kehilangan ruang hidup akibat kepentingan modal, KPBI harus hadir dan berdiri bersama mereka.

Karenanya, tugas kepemimpinan tidak hanya menyelesaikan pekerjaan hari ini, tetapi juga menyiapkan kekuatan untuk masa depan. Kita harus memperkuat kaderisasi dan pendidikan politik. Keberhasilan organisasi tidak cukup diukur dari berapa banyak aksi, rapat, atau kegiatan yang kita selenggarakan. Tugas kita juga membuat orang lain tumbuh, yaitu melahirkan kader-kader baru yang memiliki pengetahuan, keberanian, kemampuan mengorganisir, dan kesiapan untuk memimpin. Dan Kepemimpinan yang baik bukan tentang berdiri di depan, tetapi mampu memastikan semakin banyak orang siap berdiri di depan setelah kita.

Kita juga tidak boleh lupa, bahwa kemajuan perempuan harus menjadi bagian utama dari pembangunan KPBI. Perempuan bukan sekadar peserta aksi, penerima manfaat program, atau pelengkap struktur organisasi. Perempuan adalah kekuatan utama kelas pekerja yang harus punya ruang untuk tumbuh, memimpin, mengambil keputusan, dan menentukan arah perjuangan organisasi ini. Karena itu, kaderisasi perempuan harus diperkuat dan seluruh kepemimpinan KPBI harus menciptakan sistem  (budaya kerja) yang memungkinkan perempuan berkembang. Agenda perempuan bukan hanya tanggung jawab bidang perempuan, melainkan tanggung jawab seluruh organisasi. Memajukan perempuan bukan berarti memisahkan perjuangan perempuan dari perjuangan kelas, tetapi justru memperkuat kelas pekerja secara keseluruhan.

Kita juga harus menjaga kesolidan internal KPBI. Kekuatan organisasi KPBI ini justru terletak pada keberagaman sektor yang kita himpun: manufaktur dan garmen, konstruksi, perikanan, perbankan, perkebunan, transportasi, ojol, makanan dan minuman, farmasi, hingga pekerja informal yang sampai hari ini masih menghadapi keterbatasan perlindungan hukum. Persoalan setiap sektor memang berbeda, tetapi kepentingan dasarnya sama: melawan eksploitasi, memperjuangkan kerja layak, meningkatkan kesejahteraan, dan memastikan setiap pekerja memiliki hak untuk berserikat dan memperoleh perlindungan.

Karena itu, kesolidan KPBI bukan berarti menyeragamkan seluruh persoalan dan perjuangan. Kesolidan KPBI berarti mampu menjadikan keberagaman pengalaman tersebut sebagai kekuatan bersama. Buruh garmen harus memahami perjuangan buruh konstruksi; pekerja perikanan harus merasa bahwa persoalan pekerja transportasi adalah bagian dari perjuangannya; pekerja formal harus membangun solidaritas dengan pekerja informal yang bahkan belum mendapatkan perlindungan hukum. Dari keberagaman itulah kita membangun kesadaran bahwa kita adalah satu kelas pekerja dengan kepentingan yang sama.

Kekuatan tersebut pada akhirnya harus kita terjemahkan menjadi kekuatan politik. Kita harus menyadari bahwa perjuangan di tempat kerja saja tidak cukup untuk mengubah kebijakan yang menentukan kehidupan kelas pekerja. Banyak keputusan mengenai upah, hubungan kerja, perlindungan sosial, investasi, industrialisasi, hingga pengelolaan sumber daya alam ditentukan melalui proses politik. Karena itu, kelas pekerja harus berpolitik dan memiliki kekuatan politiknya sendiri.

Dalam konteks itulah penguatan Partai Buruh menjadi bagian dari strategi perjuangan kita. Berpartai bukan tujuan akhir perjuangan kita, melainkan salah satu strategi untuk membangun kekuatan politik kelas pekerja. Partai Buruh harus terus diperkuat sebagai alat politik yang demokratis, mandiri, dan berpihak kepada kepentingan rakyat pekerja. Tugas kita bukan sekadar memenangkan pemilu, tetapi membangun kesadaran politik, memperluas basis kelas pekerja, melahirkan kader politik, dan merebut ruang pengambilan keputusan agar kepentingan kelas pekerja dapat diperjuangkan secara nyata.

Kawan-kawan sekalian,

Kongres telah usai dan mandat baru telah diberikan. Perbedaan pilihan, pandangan, dan dinamika selama kongres adalah bagian dari proses demokrasi organisasi. Tetapi setelah kongres, yang kita bawa bukan lagi pilihan masing-masing. Yang kita bawa adalah satu mandat: membesarkan KPBI dan memperkuat barisan perjuangan kelas pekerja.

Mari kita jadikan empat tahun ke depan sebagai periode untuk memperkuat organisasi, memperluas kaderisasi, memajukan kepemimpinan perempuan, merangkul generasi muda, mempererat solidaritas lintas sektor, memperluas aliansi gerakan rakyat, dan membangun kekuatan politik kelas pekerja.

Kita boleh dikenal karena aksi-aksi besar yang kita lakukan. Tetapi organisasi hanya akan benar-benar kuat jika setiap pengurus mampu meninggalkan warisan berupa kader-kader yang tumbuh lebih kuat, lebih berani, dan lebih siap memimpin daripada dirinya sendiri.

Selamat menjalankan amanah. Selamat bekerja, kawan-kawan Dewan Eksekutif Nasional KPBI. Kelas pekerja bersatu, berorganisasi, dan berkuasa!

KPBI – Bangkit Lawan Hancurkan Tirani!

Jakarta, 8 Agustus 2026

Jumisih – Ketua Dewan Buruh Nasional KPBI

Jordi – Sekretaris Dewan  Buruh nasional KPBI

Get The Union Briefing

One clear organizing tactic, one bargaining insight, and one worker-rights resource every week.

Subscribe