Perjuangan Kita

PENGORGANISIRAN BASIS MASSA

DI SEKTOR INDUSTRI PERIKANAN (PROCESSING SEAFOOD) PSBM-FSBPI ingin menceritakan sedikit pengalaman perjuangan buruh PT. Wahyu Pradana Binamulia dalam memperjuangkan hak normatif perburuhan yang banyak diabaikan oleh pihak perusahaan. Workshop Penelitian Kondisi Kerja Dan Perlindungan Buruh Di Sektor Industri Perikanan, 28 Juni 2025 PT. Wahyu Pradana Binamulia sendiri berdiri sejak tahun 1990 yang bergerak dibidang industri […]

PENGORGANISIRAN BASIS MASSA

DI SEKTOR INDUSTRI PERIKANAN (PROCESSING SEAFOOD)

PSBM-FSBPI ingin menceritakan sedikit pengalaman perjuangan buruh PT. Wahyu Pradana Binamulia dalam memperjuangkan hak normatif perburuhan yang banyak diabaikan oleh pihak perusahaan.

Workshop Penelitian Kondisi Kerja Dan Perlindungan Buruh Di Sektor Industri Perikanan, 28 Juni 2025

PT. Wahyu Pradana Binamulia sendiri berdiri sejak tahun 1990 yang bergerak dibidang industri pengolahan ikan, dengan produk unggulan udang beku (frozen), namun juga memproduksi berbagai macam produk laut (seafood) lainnya seperti ikan tuna, ikan kakap, gurita dan rumput laut yang semuanya di ekspor ke berbagai macam negara di eropa, amerika dan asia. hingga 35 tahun berdiri, PT. Wahyu Pradana Binamulia sudah mempekerjakan kurang lebih sekitar 900 pekerja yang mayoritas adalah buruh perempuan yang  berpendidikan rendah (SD dan SMP). Mayoritas buruh di PT. Wahyu Pradana Binamulia berstatus buruh harian lepas (BHL) atau Buruh dengan pekerjaan borongan. Status kerja yang fleksibel (tidak pasti) ini kemudian mempengaruhi hak normatif buruh yang lainnya. Sering kali manager HRD perusahaan mengakali jam kerja produksi, sehingga upah yang diterima oleh pekerja di bawah Upah Minimum Kota (UMK). selain itu, hak cuti haid bagi buruh perempuan juga sering diabaikan oleh perusahaan.

Dalam kondisi tertentu, pengekploitasian terhadap buruh perempuan kerap kali terjadi di PT. Wahyu Pradana Binamulia, semisal buruh perempuan yang sedang hamil terkadang juga di suruh untuk mengangkat balok es yang beratnya mencapai 30 kg. Dengan situasi pabrik pengolahan ikan (seafood) yang mengharuskan suhu di dalam ruangan agar tetap selalu dingin, maka ketidaksesuaian Alat Pelindung Diri (APD) yang tidak mengikuti aturan Keselamatan dan Kesahatan Kerja (K3), sering kali menyebabkan buruh yang bekerja di perusahaan menjadi rentan terhadap penyakit yang disebabkan oleh kondisi kerja yang buruk.

Dengan situasi dan kondisi kerja yang sangat memprihatinkan tersebut, kemudian beberapa buruh mulai memberanikan diri untuk mendiskusikan soal kondisi kerja yang tidak baik ini dengan teman-teman buruh yang lainnya. M. Ikbal adalah salah satu pelopor penggerak untuk membentuk serikat buruh di PT. Wahyu Pradana Binamulia. Ikbal bersama beberapa teman yang lainnya mulai melakukan gerilya ke kontrakan-kontrakan buruh untuk membicarakan rencana pembentukan serikat pekerja. Diawal memang teman-teman buruh yang dikunjungi oleh ikbal belum cukup percaya diri untuk membentuk serikat pekerja di dalam perusahaan dan masih takut dengan HRD, kerena khawatir kontrak kerjanya tidak akan diperpanjang oleh perusahaan. Namun ikbal tidak patah semangat untuk terus mengajak buruh PT. Wahyu Pradan Binamulia untuk berserikat.

Suasana belajar bersama anggota PSBM-FSBPI

Singkat cerita Ikbal berhasil meyakinkan 11 orang pekerja PT. Wahyu Pradana Binamulia untuk membentuk serikat pekerja Persatuan Serikat Buruh Makassar (PSBM) dengan strategi pencatatan serikat buruh di luar perusahaan, tidak mencantumkan nama perusahaan PT. Wahyu Pradana Binamulia. Hal ini dilakukan agar pihak perusahaan tidak resisten terhadap keberadaan serikat pekerja di dalam lingkungan kerja PT. Wahyu Pradana Binamulia. Namun, lambat laun HRD mulai mengetahui keberadaan PSBM sebagai serikat pekerja yang anggotanya adalah buruh di PT. Wahyu Pradana Binamulia. Awalnya perusahaan tidak mau mengakui legalitas PSBM sebagai serikat pekerja di perusahaan, namun dengan semakin bertambahnya buruh PT. Wahyu Pradana Binamulia yang kemudian bergabung ke serikat PSBM dan mulai melakukan perjuangan terhadap kondisi kerja buruh perempuan yang hak normatifnya tidak diberikan oleh perusahaan, maka pada akhirnya HRD perusahaan tidak bisa mengelak lagi dan suka tidak suka harus menerima keberadaan PSBM yang mewakili aspirasi buruh untuk berunding dengan pihak perusahaan PT. Wahyu Pradana Binamulia.

Keberhasilan PSBM sebagai serikat pekerja yang gigih memperjuangkan hak buruh dan kemudian diakui keberadaannya oleh perusahaan di PT. Wahyu Pradana Binamulia, tidak terlepas dari peran seorang sosok perempuan tangguh dan pemberani yang menjadi inspirasi di serikat PSBM. Teman-teman sering menyebutnya PUANG (nama panggilan), seorang ibu yang sudah berusia 53 tahun, namun semangat dan kegigihannya untuk memperjuangkan nasib buruh di PT. Wahyu Pradana Binamulia tidak dapat diragukan lagi. Sebagai orang yang dituakan di lingkungan kerja PT. Wahyu Pradana Binamulia, Puang bukan hanya handal memimpin dan mengatur anggota serikat, akan tetapi Puang juga dihormati oleh pihak HRD perusahan karena ketegasannya dalam mebela hak buruh. Seringkali puang terlibat di dalam proses perundingan dengan pihak perusahaan dan menjadi penentu dalam menguatkan posisi serikat PSBM.

Meskipun sudah berumur, namun Puang tidak pernah absen dalam setiap agenda-agenda organisasi, dari mulai pendidikan oragnisasi, pengadvokasian, aksi massa dan rapat-rapat rutin di serikat. Hal ini lah yang membuat Puang memiliki kapasitas sebagai pengurus serikat dan sebagai organiser buruh perempuan. Dalam proses perjalanan perjuangan serikat pekerja di PT. Wahyu Pradana Binamulia, PSBM berhasil mengorganisir sekitar 120 orang anggota dan berhasil memenangkan tuntutan hak normatif, diantaranya perjuangan Hak THR dan mempekerjakan kembali sekitar 300 pekerja yang dirumahkan tanpa diupah. Kemenangan-kemenangan kecil ini, tentunya mendapatkan respon yang positif dari kalangan pekerja di PT. Wahyu Pradana Binamulia, namun tidak demikian bagi pihak perusahaan.

Suasana diskusi dalam agenda Workshop Penelitian Kondisi Kerja Dan Perlindungan Buruh Di Sektor Industri Perikanan

Kini PSBM-FSBPI sedang menghadapi serang balik dari pihak perusahaan PT. Wahyu Pradana Binamulia. Sebagian besar anggota dan seluruh pengurus PSBM sekitar 113 orang termasuk Puang, di putus kontrak kerjanya (PHK) oleh management perusahaan. Hal ini merupakan babak baru bagi perjuangan serikat buruh di PT. Wahyu Pradana Binamulia. Segala cara telah ditempuh oleh pengurus PSBM untuk dapat membatalkan proses PHK yang terjadi, dari mulai melakukan aksi masa di depan pabrik, audiensi ke DPRD dan perundingan dengan pihak perusahaan, namun keputusan perusahaan untuk mem-PHK tidak bisa ditarik kembali. Dengan situasi dan kondisi tersebut, PSBM-FSBPI kembali menyusun strategi perjuangan agar tetap bisa mempertahankan keberadaan serikat pekerja di PT. Wahyu Pradana Binamulia. Pengurus PSBM bersepakat untuk mengambil langkah-langkah advokasi melalui jalur litigasi dan berupaya untuk membuka dialog sosial dengan pihak perusahaan agar terjalinnya komunikasi yang baik untuk perbaikan sistem kerja di perusahaan yang lebih baik dikemudian hari.

Meskipun PHK tidak dapat dihindari lagi, namun dari sisi pekerja tetap mendapatkan hak kompensasi pesangon sebagai bentuk perjuangan terhadap hak buruh yang ter-PHK. Hal ini adalah merupakan sejarah baru di PT. Wahyu Pradana Binamulia yang biasanya tidak pernah memberikan hak kompensasi pesangon kepada pekerjanya yang di PHK. Dan keberadaan serikat pekerja masih bisa eksis untuk mendampingi kasus PHK sepihak yang dilakukan oleh HRD perusahaan kepada buruh yang masih ingin memperjuangkan untuk dipekerjakan kembali di perusahaan PT. Wahyu Pradana Binamulia.

Cerita study kasus ini dalah bukan akhir dari perjuangan serikat PSBM-FSBPI di makassar, tindakan balasan yang dilakukan oleh pihak perusahaan PT. Wahyu Pradana Binamulia ini telah membuka babak baru untuk terus melanjutkan perjuangan kaum buruh dalam menuntut hak normatif dan kebebasan berserikat di dalam sebuah perusahaan. Kegigihan Puang dalam membela hak buruh perempuan di PT. Wahyu Pradana Bina Mulia telah menjadi inspirasi bagi anggota PSBM-FSBPI di pabrik-pabrik yang lainnya. Semangat perlawanan yang dilahirkan oleh Puang dan kawan-kawan buruh di PT. Wahyu Pradana Binamulia telah memberikan kekuatan bagi seirikat PSBM-FSBPI untuk terus membesar dan meluas di makassar terkhusus di sektor industri perikanan.

Get The Union Briefing

One clear organizing tactic, one bargaining insight, and one worker-rights resource every week.

Subscribe