
Satu dekade bukan sekadar hitungan angka kalender, melainkan rekam jejak keringat, air mata, dan keberanian tiada henti yang terukir abadi di jalan-jalan perjuangan.
Selamat Hari Jadi ke-10 untuk Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI)
Kita harus lantang bersuara bahwa tenaga dan pikiran kaum buruh adalah pilar utama yang menopang ekonomi bangsa ini. Dan selama sepuluh tahun ini, KPBI telah berdiri kukuh, tak tergoyahkan, sebagai benteng terdepan dalam menjaga martabat serta merebut keadilan bagi kelas pekerja di seluruh penjuru Nusantara.
Sejak awal kelahirannya, KPBI dibentuk atas kesadaran mendalam akan pentingnya persatuan sejati. Menghadapi dinamika industri kapitalistik yang kerap menempatkan buruh di posisi rentan, KPBI konsisten memadukan aksi massa di jalanan (parlemen jalanan) dengan diplomasi kebijakan yang tajam. Perjalanan sepuluh tahun ini adalah epos pertarungan-pertarungan krusial yang tidak akan pernah kita lupakan:
- Penolakan Upah Murah: Kita terus konsisten mengawal penetapan upah minimum agar tetap mampu menjamin kehidupan yang layak dan berkeadilan bagi buruh beserta keluarganya, bukan sekadar upah bertahan hidup.
- Perlawanan Terhadap Fleksibilisasi Kerja: KPBI pasang badan menolak sistem kerja kontrak (outsourcing) tanpa kepastian dan segala bentuk komersialisasi tenaga kerja yang merenggut kepastian masa depan kelas pekerja.
- Pengawalan Regulasi Ketenagakerjaan: Menjadi garda depan yang kritis dan militan terhadap berbagai regulasi anti-buruh, termasuk dinamika perlawanan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law), demi memastikan perlindungan hak-hak dasar buruh tidak tergerus oleh kepentingan modal.
- Solidaritas Sektor Rentan: Merangkul dan memperjuangkan hak-hak buruh perempuan, pekerja informal, hingga buruh di sektor manufaktur dan jasa agar mendapatkan ruang aman, kesetaraan, serta perlindungan hukum yang setara.
- Pengorganisiran di Sektor Strategis: KPBI menyadari pentingnya menancapkan kuku perjuangan di sektor yang menopang perekonomian negara (Pertambangan, Perkebunan, Perikanan dan Kelautan, Transportasi Pelabuhan, dan Jasa Keuangan). Seiring dengan gerak modal yang menyasar sektor industri strategis, KPBI berkewajiban memastikan perkembangan industri tersebut harus berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan hak buruhnya secara fundamental.
- Membangun Kekuatan Politik Kelas Pekerja: Untuk memastikan perjuangan kelas pekerja dalam mengubah nasibnya menjadi lebih baik dan bermartabat, KPBI menegaskan dibutuhkannya alat politik. Kita berkomitmen membangun kekuatan politik melalui Partai Buruh, guna mengkombinasikan metode perjuangan Parlementariat dengan kekuatan dasar kita: Perjuangan Massa Aksi.

Tantangan ke depan tidak semakin mudah. Era digitalisasi, otomatisasi, kecerdasan buatan (AI), dan perubahan peta ekonomi global menuntut gerakan buruh untuk semakin adaptif, solid, ideologis, dan cerdas dalam merumuskan strategi pertarungan.
Namun, sejarah sepuluh tahun terakhir telah membuktikan satu hal: selama genggaman tangan antar-serikat tetap erat dan persatuan kelas terjaga, tidak ada benteng ketidakadilan yang tidak bisa digoyahkan.
Dirgahayu ke-10 KPBI! Panjang umur perjuangan, rawat ingatan, dan perhebat persatuan kelas. Kibarkan terus panji-panji keadilan hingga sejahtera bukan lagi sekadar cita-cita di awang-awang, melainkan hak yang nyata dan terwujud bagi setiap kaum buruh di Indonesia.
KPBI..!!
BANGKIT..!!
LAWAN..!!
HANCURKAN TIRANI..!!
Get The Union Briefing
One clear organizing tactic, one bargaining insight, and one worker-rights resource every week.
Subscribe