
Sepuluh tahun kita berada dalam satu rumah perjuangan Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI).
Bagi gerakan buruh, sepuluh tahun mungkin belumlah panjang. Tetapi dalam sepuluh tahun itu, kita telah menanam banyak hal keringat dan air mata, keberanian dan kemarahan, kekecewaan dan kegembiraan, kegagalan, dan kemenangan.
Kita tidak dibangun dari atas tapi kita tumbuh dari bawah.
Dari pabrik ke pabrik, dari satu basis ke basis lainnya. Dari pengorganisiran, kita membangun serikat. Dari serikat, kita membangun Federasi. Dan dari keberagaman Federasi itulah kita membangun satu kekuatan bersama KPBI.
Kita datang dengan latar belakang berbeda metode dan pengalaman yang berbeda. Tetapi perbedaan dan keberagaman itulah yang menjadi warna untuk saling melengkapi, saling menguatkan dan saling menyempurnakan.
Sepuluh tahun telah mengajarkan kita satu hal, perjuangan tidak selalu berjalan lurus. Ada saat kita jatuh, ada saat kita bangkit. Ada pintu yang tertutup, ada jalan yang harus kita dobrak. Tetapi selama masih ada penindasan dan ketidakadilan, perjuangan tidak boleh berhenti.
Hari ini kita tidak sedang merayakan usia. Kita sedang merayakan sepuluh tahun keteguhan untuk tetap melawan.
Karena perjuangan kelas tidak pernah dihitung dari panjangnya usia organisasi. Perjuangan kelas diukur dari seberapa jauh kita mampu mengubah keadaan, membebaskan manusia dari penindasan, dan membuka jalan menuju kehidupan yang lebih adil dan bermartabat.
“Sepuluh tahun KPBI bukan garis akhir. Ini adalah satu babak dari perjalanan panjang pembebasan.
Mari terus turun ke basis, terus mengorganisir untuk memperbesar kekuatan kelas pekerja.”
Ilhamsyah Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indosesia (KPBI).
Bangkit!
Lawan!
Hancurkan Tirani!
Get The Union Briefing
One clear organizing tactic, one bargaining insight, and one worker-rights resource every week.
Subscribe