Buruh Menulis

FSBPI Dampingi Buruh PT Tainan Raih Hak Kompensasi Usai PHK Sepihak

Penulis: Riani Jakarta, 1 Oktober 2026, PN Jakarta Pusat Hampir satu tahun bukan waktu yang sebentar. Hamidah dan Siti Hajrah mengalami PHK sepihak dan harus berjuang untuk mendapatkan hak mereka. Perjuangan itu berjalan panjang, hingga prosesnya sampai ke PHI. Hari ini, 1 Oktober 2026, PT Tainan akhirnya membayarkan kompensasi yang menjadi hak mereka. Nilainya mungkin […]

FSBPI Dampingi Buruh PT Tainan Raih Hak Kompensasi Usai PHK Sepihak

Penulis: Riani

Jakarta, 1 Oktober 2026, PN Jakarta Pusat

Hampir satu tahun bukan waktu yang sebentar. Hamidah dan Siti Hajrah mengalami PHK sepihak dan harus berjuang untuk mendapatkan hak mereka. Perjuangan itu berjalan panjang, hingga prosesnya sampai ke PHI.

Hari ini, 1 Oktober 2026, PT Tainan akhirnya membayarkan kompensasi yang menjadi hak mereka. Nilainya mungkin tidak besar dan prosesnya pun memakan waktu yang sangat lama. Namun, perjuangan ini bukan semata-mata tentang besar atau kecilnya kompensasi. Ini adalah bukti bahwa ketika hak buruh tidak diberikan dengan baik dan benar, serikat buruh hadir untuk mendampingi, memperjuangkan, dan memastikan hak itu tetap diperjuangkan.

Perjuangan panjang mungkin melelahkan, tetapi setiap langkah mengajarkan satu hal: hak tidak boleh dibiarkan hilang hanya karena prosesnya sulit.

Untuk Hamidah dan Siti Hajrah, ini adalah bagian dari perjalanan perjuangan. Kecil hasilnya, panjang prosesnya, tetapi perjuangannya tetap berarti. Karena hak harus diberikan bukan diminta.

Bekerja lama bukan berarti dihargai oleh perusahaan. Namun, semakin lama kita bekerja, semakin lama pula kita diperlakukan kurang baik. Karena hanya keuntunganlah yang mereka cari tanpa memikirkan seberapa besar kita sudah memberikan keuntungan buat mereka.

Buruh tidak pernah memikirkan nasibnya ke depan, bahkan walaupun hanya 1 minggu. Buruh hanya memikirkan apakah besok masih bisa makan, apakah anak mereka bisa sekolah, apakah  kita masih bisa tidur nyenyak?.

Tapi mereka justru memikirkan berapa kali lipat keuntungan bulan depan dan akan mendirikan perusahaan di mana lagi setelah ini. Berapa banyak lagi pekerja yang akan mereka rampas haknya?  Hak apa lagi yang tidak akan mereka berikan? Selalu itu yang mereka (pengusaha ) fikirkan, selalu itu yang mereka rencanakan, selalu keuntungan dan keuntungan yang ada dalam otaknya. Jauh dari kata memberikan hak pekerja, jauh dari kata memberikan kenyamanan kerja, bahkan keselamatan kerja buruhnya tidak pernah mereka fikirkan.

Proses panjang ini ada satu hal yang kita harus yakini, yaitu : KERJA KOLEKTIF.

Bernaung dalam sebuah organisasi serikat buruh yang bagi saya sangat membanggakan, Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia ( FSBPI ). Di sinilah makna kerja kolektif saya temukan dan memampukan saya dalam pergerakan dan pendampingan.

Bangga berserikat, bangga bersama FSBPI, bangga berkolektif.

Hidup buruh, 

FSBPI: BEKERJA! BELAJAR! BERJUANG!

Ingin bergabung dan berjuang bersama FSBPI? Silakan kirim pesan melalui:

Email: dewanpengurusnasionalfsbpi@gmail.com

DM Instagram: @buruhperempuan.fsbpi

Get The Union Briefing

One clear organizing tactic, one bargaining insight, and one worker-rights resource every week.

Subscribe