Oleh: Sulistyowati FSB-SEMAR
Di tengah karut-marut tatanan ekonomi politik nasional yang dikepung oleh dominasi korporasi transnasional dan oligarki, kelas buruh tidak boleh lagi sekadar menjadi penonton atau komoditas elektoral. Perubahan nasib pekerja tidak boleh digantungkan pada janji manis elit borjuis, melainkan harus direbut melalui alat politik mandiri kelas buruh.
Nasib buruh hari ini masih kita rasakan: upah jauh dari upah yang layak, kontrak outsourcing yang terus merajalela, bahkan yang namanya pemagangan itu juga semakin merajalela di kawasan Industri. Jutaan rakyat yang masih berada di bawah tekanan penghisapan sistem kapitalisme .
Sekelompok aktivis buruh yang di dalamnya ada Bung Boing (Bung Ilhamsyah), Bung Oncom (Bung Damar Panca Mulya), dan aktivis buruh perempuan Mba Jumisih, serta beberapa buruh berkumpul untuk mendeklarasikan sebuah alat persatuan dan juga alat perjuangan. Maka, tanggal 2–4 September 2016, lahirlah konfederasi, yaitu KPBI (Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia) dengan semboyan “Bangkit,Lawan,Hancurkan Tirani!”
Banyak yang menaruh harapan bahwa KPBI akan mampu membebaskan ribuan bahkan jutaan kaum buruh dari ketertindasan sistem kapitalisme dan membawa nasib kaum buruh Indonesia ke arah yang lebih baik dan sejahtera. Solidaritas adalah kunci pembebasan dari ketertindasan sistem kapitalisme. Hari demi hari berlalu, KPBI terus meluncurkan aksi demonstrasi di tengah ketidakadilan dan terus mendesak pemerintah agar menetapkan upah layak bagi kaum buruh. May Day merupakan waktu yang sangat strategis untuk menyampaikan aspirasi buruh. Namun, ketika solidaritas sudah tercipta, terkadang datang tantangan dari internal dan diri sendiri, tetapi tantangan terbesar itu datang dari penguasa dan pengusaha yang sesungguhnya tidak pernah menginginkan KPBI hadir di Republik Indonesia. Desakan terus datang, tapi KBPI tetap solid sampai melakukan Konferensi Gerakan Rakyat di Jakarta pada 19-20 April 2018.
Jatuh Bangun KPBI mengupayakan persatuan dari tingkat basis hingga ke jenjang yang lebih luas agar tercipta buruh sejahtera.
Gagal … Bangkit Lagi !!
Hancur … Bangkit Lagi !!
Pecah … Bangkit Lagi !!
Hajar … Bangkit Lagi !!
KPBI terus bergerak untuk merebut demokrasi sejati yang hari ini telah dikangkangi oleh kekuasaan politik oligarki. Melihat adanya keterkaitan erat antara kedaulatan di sektor agraria dan kemajuan sektor industri,reforma agraria akan menghasilkan revitalisasi sektor pertanian dan pedesaan yang kokoh. KBPI langsung terjun ke lapangan dengan membentuk Gerakan Solidaritas Lumbung Agraria, Darurat Agraria, Darurat Omnibus Law. Perjuangan KPBI tidak berhenti di situ saja, KPBI juga mengawal proses pencatatan serikat buruh sopir Jaklingko di Sukudinas Ketenagakerjaan Jakarta Utara.
Dalam semangat kolaborasi dan ekspresi bebas, lokarya KPBI menghadirkan ruang kreatif, edukatif dan terbuka untuk seluruh pekerja dan masyarakat umum. Dirancang untuk membangun kesadaran hak-hak pekerja melalui pendekatan interaktif, seni,dan budaya pop. Kegiatan ini menjadi tempat belajar sambil berkarya yang dilaksanakan di Gedung Juang Bekasi. Tidak terhenti di situ, perjuangan KPBI juga terus mendesak supaya UU PRT segera disahkan, dengan membentuk kelompok suara Marsinah yang di dalamnya ada buruh perempuan. Dan usaha tersebut membuahkan hasil pada Selasa, 21 April 2026, UU PRT resmi disahkan.
Setelah melalui proses panjang aksi-aksi demonstrasi para kaum buruh PRT dan buruh perempuan lainnya. Setiap perjuangan dengan solidaritas yang tinggi dan niat yang baik akan membuahkan hasil yang baik pula. Di samping itu juga ada aksi mogok kerja di PT.TBA pada Kamis, 23 April 2026 dengan tuntutan di antaranya pemberian kepastian status kerja, pemberian BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan.
KPBI menerjang, menyebar di seluruh pelosok negeri untuk melindungi dan memperjuangkan hak kaum buruh. Diskusi publik dan obrolan grup WhatsApp yang selalu diperbarui setiap harinya memudahkan anggota untuk saling berinteraksi dan berkomunikasi serta mendapatkan info terkini di berbagai daerah.
Tidak terasa, KONGRES KPBI III dilaksanakan pada 7-9 Juni 2026 di Jakarta dengan mengangkat tema “Menangkan Politik Kelas Pekerja dan Bangun Kemandirian Ekonomi”. Kongres tersebut dihadiri 11 Federasi dari seluruh wilayah Indonesia, di antaranya FSB-SEMAR, FGSPB, SERBUK,FBTPI, SP-PLNI, FSP2KI, FIPSI, SB-SRI, SPJK, FSBPI, FSPIM. Di kongres tersebut juga dihadiri perwakilan tokoh pemerintahan seperti DPR RI diwakili oleh Sufmi Dasco Ahmad, KAPOLRI Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, Kementerian Tenaga Kerja diwakili oleh Dr. Afriansyah Noor, M.Si dan Kementerian Lingkungan Hidup diwakili oleh Mohammad Jumhur Hidayat. Kongres tersebut juga dihadiri oleh perwakilan KSPSI (AGN) serta merangkap penasihat Kapolri di bidang ketenagakerjaan, yaitu Andi Gani Nena Wea.
Kongres tersebut berjalan sangat hikmat juga meriah,perdebatan yang sangat keras tetapi tetap menjaga solidaritas bersama. Hasil dari Kongres tersebut adalah terbentuknya DEN Nasional dan program-program dalam bidang ideologi, bidang politik,dan bidang organisasi. Dengan begitu, akan mudah tercapainya tujuan organisasi. KPBI terus melangkah maju dan berkembang seiring berjalannya waktu .
Di samping acara itu, KPBI juga sedang berjuang di PT. AMOS karena buruh di sana belum mendapatkan kepastian kerja dan sudah tidak mendapatkan upah selama 2 bulan. Setelah melakukan aksi dan perundingan bersama, mencapai hasil puncak, buruh berhasil merebut serta mendapatkan hak upahnya.
Hidup ini tidak lepas dari namanya perjuangan. Jangan menyerah, ayo kerahkan kekuatan bersama untuk menunjukkan bahwa marwah buruh masih ada dan masih diperhitungkan. Poster memang selalu melekat dalam setiap aksi demonstrasi buruh di Tanah Air. Rangkaian kalimat khas demonstran, dari yang blak-blakan sampai yang sarat sindiran, biasa menghiasi pagar dan trotoar lokasi unjuk rasa.
Perkuat pusat, perlebar sayap pada tanggal 28 Agustus 2026 di Weda, Halmahera Tengah, DPK FSBPI resmi menerima tanda bukti pencatatan serikat buruh dari Dinas Ketenagakerjaan Halmahera Tengah. Dengan bertambahnya legalitas, organisasi akan semakin kuat dan perjuangan semakin luas. Aksi demonstrasi hampir setiap hari menjadi pijakan buruh di seluruh pelosok Nusantara untuk mendapatkan hak-hak buruh. KPBI terus masuk di berbagai sektor, di antaranya industri, transportasi,pelabuhan,pertambangan, PLN, keuangan, dll. Dan berikut beberapa aksi KPBI pada bulan Agustus 2026 yaitu :
- Aksi demonstrasi buruh di kantor PT.HYNC/SLNC.
- Aksi mogok kerja buruh PT SMT dikarenakan persoalan ketenagakerjaan (pemutusan hubungan kerja sepihak, status dan kontrak kerja, upah di bawah ketentuan) hingga persoalan BPJS.
- Aksi Massa PT. ASIA PALM dikarenakan menggantung nasib 39 buruh di lini inti produksi yang secara ilegal dipekerjakan dengan sistem kerja outsourcing serta mengabaikan perundingan lanjutan.
- Aksi massa di Gerbang Pelabuhan Terminal Peti Kemas Koja oleh basis FBTPI dikarenakan tindakan sewenang-wenang dari manajemen KSO TPK KOJA.
Pada awal bulan September, Kalimantan dilanda kebakaran hutan yang hebat, mengakibatkan asap tebal di mana-mana. KPBI melakukan panggilan Solidaritas serta open donasi kemanusiaan untuk menyediakan kebutuhan mendesak yang diperlukan kawan buruh di Kalimantan seperti masker, obat-obatan untuk tenggorokan, obat tetes mata, dan air purifier untuk diposko untuk tempat aman dan pengungsian. Di samping itu juga delegasi FSPIM-KPBI bersama aliansi di Taiwan melakukan komplain atas hak buruh dan warga di Morowali dan Weda.
Hingga sekarang, KBPI terus bergerak aktif dan semakin menyebar luas di wilayah Indonesia. Harapan besar para kaum buruh di Indonesia adalah agar ke depannya KPBI semakin solid, luas, dan kuat. Buruh harus sadar bahwa bekerja bukan untuk diperas,berkeringat demi hidup yang pantas. Tak ada harga untuk semangat yang menghidupi dunia; berikan upah yang manusiawi. Waktu habis dikuras, tenaga diperas, tapi gaji masih betah di ambang batas. Mari rayakan dedikasi yang adil. Di balik roda ekonomi yang berputar, ada cucuran keringat dan tangan-tangan perkasa kaum buruh yang tak pernah lelah. Sebuah luka pada satu adalah luka bagi semua. Keadilan untuk satu pekerja adalah keadilan bagi seluruh buruh. Janganlah berhenti atau menyerah; ingatlah, di rumah ada dapur yang menyala. Kamu mungkin bekerja untuk orang lain hari ini. Tapi selama kamu terus belajar, berusaha, dan berdoa, suatu saat kamu bisa menciptakan jalan suksesmu. Semangat perjuangan dan persatuan dalam satu wadah dan satu komando KPBI.
BANGKIT …….!!!!!
LAWAN ……!!!!!!
HANCURKAN TIRANI…!!!!!!!
KPBI SELALU DIHATI ️!!
Get The Union Briefing
One clear organizing tactic, one bargaining insight, and one worker-rights resource every week.
Subscribe