Pernyataan Sikap

FBTPI – KPBI Gelar Working Class Festival, Buruh Suarakan Perlawanan Terhadap PHK Sepihak PT Asia Palm Oleo Jaya

Aksi Seni Kebudayaan menjadi alarm bagi negara untuk memastikan memitigasi badai PHK. JAKARTA, 12 Agustus 2026 – Ratusan buruh menggelar aksi kebudayaan bertajuk Working Class Festival (WCF) di depan gerbang PT Asia Palm Oleo Jaya, kawasan KBN Marunda, Jakarta Utara, hari ini (12/8). Mengusung tema “Lawan PHK Sepihak”, festival ini diselenggarakan sebagai respons nyata terhadap […]

FBTPI – KPBI Gelar Working Class Festival, Buruh Suarakan Perlawanan Terhadap PHK Sepihak PT Asia Palm Oleo Jaya

Aksi Seni Kebudayaan menjadi alarm bagi negara untuk memastikan memitigasi badai PHK.

JAKARTA, 12 Agustus 2026 – Ratusan buruh menggelar aksi kebudayaan bertajuk Working Class Festival (WCF) di depan gerbang PT Asia Palm Oleo Jaya, kawasan KBN Marunda, Jakarta Utara, hari ini (12/8).

Mengusung tema “Lawan PHK Sepihak”, festival ini diselenggarakan sebagai respons nyata terhadap badai pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masif menimpa berbagai sektor pekerjaan, termasuk industri manufaktur oleokimia.

Salah satu karya seni dalam acara Working Class Fersival bertema “Lawan PHK Sepihak” (foto oleh Bire, 12 Agustus 2026)

Kasus utama yang disoroti dalam festival ini adalah PHK sepihak terhadap 89 pekerja yang dilakukan oleh PT Asia Palm Oleo Jaya, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan sawit. Selain PHK sepihak, massa aksi juga memprotes kebijakan manajemen yang mempekerjakan buruh outsourcing pada jenis pekerjaan inti (pokok), pembayaran upah di bawah ketentuan normatif, serta indikasi kuat tindakan pemberangusan serikat pekerja (union busting).

Berbeda dengan aksi demonstrasi konvensional, Working Class Festival ini mengemas perlawanan kelas pekerja melalui jalur kebudayaan dan seni. Para buruh mengekspresikan lantunan perjuangan mereka untuk mempertahankan harkat dan martabat melalui pembacaan puisi, penampilan musik, tarian, serta aksi teatrikal yang menggambarkan penindasan hak-hak pekerja.”

“Badai PHK ini sudah di depan mata dan terus memakan korban, salah satunya 89 pekerja di PT Asia Palm Oleo Jaya. Festival ini adalah alarm keras bagi negara. Pemerintah tidak boleh tinggal diam atau sekadar menjadi penonton. Harus ada langkah mitigasi konkret untuk menyelamatkan buruh dari kesewenang-wenangan regulasi ketenagakerjaan yang timpang,” kata M. Arira Fitra, Sekretaris Jenderal DPP – FBTPI.

Festival ini juga menjadi desakan kuat agar pemerintah segera turun tangan menyelamatkan nasib para buruh. Pemerintah dituntut untuk menegakkan regulasi ketenagakerjaan secara adil tanpa merugikan hak dasar pekerja agar gelombang pemutusan hubungan kerja tidak terus meluas di sektor industri lainnya.

Melalui rilis ini, Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI) mengajak seluruh elemen gerakan rakyat, organisasi buruh, dan masyarakat sipil untuk terus mengawal kasus ini demi tegaknya keadilan sosial dan demokrasi di ruang lingkup ketenagakerjaan Indonesia.

Narahubung :

*Roni Bolang – 0895-3260-98815

Ketua Komisariat Serikat Buruh Aneka Industri – Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia – PT. Asia Palm (SBAI – FBTPI – PT. Asia Palm)

Get The Union Briefing

One clear organizing tactic, one bargaining insight, and one worker-rights resource every week.

Subscribe